YOGYAKARTA – Anggota MPR RI, Dr. Sukamta, kembali menyelenggarakan agenda sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan guna memperkuat pemahaman berb...
YOGYAKARTA – Anggota MPR RI, Dr. Sukamta, kembali menyelenggarakan agenda sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan guna memperkuat pemahaman berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat. Acara yang berlangsung pada Rabu (17/6/2026) ini bertempat di Aula DPW PKS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan dihadiri oleh sekitar 150 orang warga Kota Yogyakarta.
Dalam pertemuan tersebut, politisi yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI ini mengingatkan pentingnya membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat memecah belah bangsa. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar MPR RI adalah pedoman utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
"Kita harus mencegah masuknya pengaruh-pengaruh buruk dengan cara memperdalam pemahaman terhadap Empat Pilar. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi sekaligus bingkai negara kesatuan yang wajib kita pegang teguh agar keutuhan bangsa senantiasa terjaga," tegas Sukamta di hadapan seratusan warga yang hadir.
Sukamta memaparkan bahwa persatuan bangsa bukanlah sesuatu yang instan, melainkan harus terus dirawat dan diperjuangkan oleh seluruh komponen masyarakat. Ia menekankan bahwa Pancasila berfungsi sebagai konsensus nasional sekaligus ideologi yang mampu merangkul seluruh keragaman golongan, paham, dan kelompok di Indonesia. Pancasila merupakan sumber jati diri, kompas moralitas, dan penjamin keselamatan bangsa yang besar ini.
Lebih jauh, Sekretaris Fraksi PKS DPR RI tersebut juga menyoroti pentingnya merawat Bhinneka Tunggal Ika melalui sikap toleransi dan tenggang rasa. Ia berpesan agar masyarakat peka terhadap isu-isu kebangsaan dan mampu mencegah tumbuhnya bibit-bibit perpecahan sejak dini.
"Kunci utama dari kebhinekaan adalah bagaimana kita mempraktikkan toleransi. Bagaimana kita mampu menghargai sesama manusia, menghargai perbedaan agama, suku, ras, dan latar belakang lainnya," ujarnya.
Di akhir pemaparannya, Sukamta mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah anugerah luar biasa yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, tidak boleh saling membedakan apalagi menghujat satu sama lain.
"Meskipun kita lahir dari suku atau agama yang berbeda, kita semua tetap satu dan bersaudara di bawah naungan NKRI. Jika saling hujat dan permusuhan dibiarkan, negara ini bisa hancur. Perbedaan yang ada justru harus kita rawat untuk menjaga persatuan dan kesatuan kita tetap utuh," tutupnya penuh harap.


